Jumat, 07 Juli 2017

Houbii, Pengalaman Trampolin dan Outbond Dalam Satu Lokasi



Menjamurnya tempat main trampolin di Jakarta sejak sekitar pertengahan 2016 lalu membuat si mas beberapa kali merengek minta bermain di tempat trampolin besar yang isinya trampolin semua dan bisa bebas lompat kesana kemari. Sayangnya emaknya yang sok sibuk ini belum bisa mengabulkan keinginannya. Sampai akhirnya ketika yanda sakit di Januari 2017 lalu (pengalaman dari Januari 2017 baru sempat ditulis sekarang !! terlalu banget yahh) dan hampir tiap hari dianter maka mulailah kita berdua berpetualang mencari tempat 'killing time' sampai tiba waktu sore untuk jemput yanda kemudian pulang ke rumah.

Kandidat trampoline park saat itu masih ada di kawasan Kelapa Gading dan BSD Serpong, Sampai akhirnya menemukan informasi bahwa ada tempat bernama Houbii Urban Adventure Park di kawasan Pondok Indah Mall yang tidak hanya memiliki trampoline tapi juga menyediakan juga sarana lain serupa outbond (mereka menyebutnya Adventure Park) di dalamnya. Lokasi Houbii sendiri berada persis di sebelah Pondok Indah Mall 1 atau di kawasan Pondok Indah Golf. Jadii kalau misalnya ragu Houbii letaknya dimana, bisa parkir Pondok Indal Mall 1, keluar di street gallery, langsung deh jalan kaki sedikit ke arah kiri. Aku pribadi waktu itu juga parkir di Street Gallery PIM karena berpikir setelah main di Houbii mau langsung nge-moll, hehe.

Saat itu Houbii ini memang terbilang baru buka, karena di brosur tertulis mulai beroperasi di 17 Desember 2016, dan kami kesana di pertengahan Januari 2017 yang artinya belum ada 1 bulan sejak pembukaan. Bersamaan juga dengan musim liburan sekolah maka walaupun sampai disana sebelum buka (buka jam 10.00 dan kami berdua sudah sampai dari sekitar jam 9 pagi) di Houbii sudah mengantri beberapa pengunjung lain, belum penuh memang, masih dalam batas wajar dan masih bisa bereksplorasi puas tanpa takut sering senggol kanan dan kiri dengan pengunjung lain.

Jadwal jam buka Houbii Urban Adventure Park adalah Senin (14.00 - 22.00), Selasa - Kamis (10.00 - 22.00) Jum'at - Minggu dan hari libur (10.00 - 23.00). Saat aku dan si mas ke Houbii tiket masuknya masih terbilang harga perkenalan. Untuk 2 jam permainan anak di bawah 110cm cukup membayar Rp.120.000 (senin - kamis) dan Rp.160.000 (jum'at - minggu dan hari libur). Sedangkan untuk anak besar yang tingginya diatas 110cm membayar Rp.150.000 (senin - kamis) dan Rp.200.000 (jum'at - minggu dan hari libur). Kenapa kubilang harga perkenalan ? karena saat ini harga tiket untuk 2 jam permainan sudah naik, yaitu Rp.180.000 (anak dibawah 110cm) dan Rp.225.000 (anak besar diatas 110cm). Untungnya harga tiket tersebut telah termasuk harga untuk 1 orang pendamping dewasa, jadi jangan khawatir dikenakan tiket lagi ya moms.

Di loket pembelian tiket terdapat 2 antrian, yaitu antrian untuk mengisi data waiver dan antrian untuk membayar. Antrian pertama yang dituju adalah antrian untuk mngisi data waiver. Mengisi data waiver di web Houbii merupakan langkah wajib yang harus dikerjakan pertama kali sebelum pindah ke antrian untuk membayar tiket. Waiver itu apa ? nah kalau dalam artian bahasa sih 'pengabaian/pelepasan hak/pembebasan tuntutan' yang intinya pengunjung wajib mengisi form online tentang orang tua/wali yang mendampingi anak berikut data anak yg bermain. Karena form nya online, jadi sebenarnya bisa mengisi tiket sehari sebelum berkunjung ke Houbii dan cukup menyebutkan nama ketika berada di loket pembayaran karena data telah tersimpan.


antri mengisi data waiver dan antri membayar

Perlengkapan yang diperlukan untuk bermain di Houbii adalah kaus kaki yang memiliki anti slip di dasarnya (totol totol karet di bagian alas). Jika belum punya, di Houbii dijual kok kaus kaki yang sesuai standard mereka, harganya saat itu sih Rp.15.000 (kalau belum naik ya) sudah dapat kaus kaki bagus anti slip yang sampai sekarang masih suka dipakai si mas buat sekolah, 'kaus kaki penempel' dia menyebutnya. Makanan harus disimpan di loker dan tidak boleh masuk ke arena permainan, tapi kalau botol minuman boleh.

loker

antri sebelum masuk arena bermain

pemanasan
pemanasan

Karena kami sampai di saat sesion pertama, maka sebagai pembuka para instruktur mengajak semua pengunjung di jam pertama untuk mengikuti kegiatan pembuka yang mereka bilang sebagai pemanasan sebelum dilanjutkan dengan session bebas. Pilihan pertama anak anak biasanya jatuh ke bagian trampolin bebas  sebelum eksplorasi ke bagian lainnya.

Arena Houbii sendiri memiliki 6 bagian, yaitu Ropes Course, Ninja Course, Dodge Ball Arena, Extreme Slide, Slam Dunk Arena, dan Houbii Airbag. Semua bagian permainan di Houbii dicoba sama si mas kecuali Extreme Slide.. Anaknya si PD banget mau naik dan cobain, tapi hati emaknya belum siap dan masih rapuh ngeliat seluncuran tinggi banget, sehingga menggunakan alibi 'Antrinya panjang mas, mending ke arena yg lain aja yah'  #ngeles dikit boleh dong ya.

Untuk orang tua atau pendamping tidak perlu khawatir capek menunggu sambil mengawasi anak, karena di setiap sisi arena terdapat bangku bangku santai yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil tetapi pandangan ke anak tetap leluasa.

Arena favorit jagoanku tentunya area trampolin bebas, Ropes course dan ninja course. Di Ropes course anak akan dipakaikan helm dan tali pengaman. Tali tersebut akan dikaitkan ke atas yang merupakan rel dengan jalur masing masing rintangan. Jadi anak boleh memilih sendiri rintangan yang diinginkan, tidak harus bersama sama dengan anak lainnya.Tapi perlu diperhatikan ya, untuk area ropes course ini akan lebih nyaman ketika anak yang bermain sudah cukup tinggi, karena dibutuhkan keahlian memindahkan tali ke rel jalur yang lain jika ingin berpindah rintangan. Karena si mas cukup lelah dan keliatan menyerah melewati rintangan yang lebih tinggi dan lebih extreme maka dia memutuskan untuk potong jalur dan udahan. Ropes course ini memang sangat memacu adrenalin anak anak.

Area favorit lainnya adalah Ninja course. Area ini si pastinya jadi favorit anak anak karena terdapat kubus kubus busa besar yang memenuhi area. Dengan begitu anak anak bebas memanjat tali, lompat tinggi dan bahkan memanjat tebing untuk menjatuhkan diri di empuknya tumpukan kubus kubus busa.

Jika waktu bermain telah habis, bagian informasi akan mengumumkan warna gelang yang sudah tidak bisa bermain, karena di setiap sesi menggunakan gelang dengan warna yang berbeda. Setelah 2 jam full lompat sana sini pastinya membuat si mas haus dan berkeringat banyak. Karena air di botol minum besar sudah habis maka saya langsung memberikan baju untuk ganti dan mengajak bergegas ke moll sebelah (PIM) sebelum anak bocah ini merengek kelaperan. Yang pasti pengalaman bermain di Houbii seru banget dan selalu membuat si mas nagih terus untuk datang kembali, cuma waktunya aja yang belum sempat, sabar ya mas.

extreme slide

Houbii Airbag

Ninja Course

Ninja Course

wall climbing

Slam dunk Arena
peraturan rope course


ninja course

Area trampoline bebas




Kamis, 15 Desember 2016

Wisata Edukasi Sambil Menikmati Bersihnya Monumen Nasional (Monas)

Cerita ini tentang kunjungan kami bertiga (saya, suami dan anak saya) ke Monumen Nasional atau Monas sekitar Agustus lalu. Keinginan mengunjungi monas memang sudah lama masuk ke list tempat wisata edukasi yang akan aku perkenalkan kepada si jagoan kecil yg mulai beranjak besar ini. Selain untuk edukasi anaknya, sebenarnya emak dan bapaknya juga sudah lama banget ngga menginjakkan kaki di kawasan monas. Lewatin sering, tapi cuma sekedar lewat.

Pemilihan hari kami berkunjung ke Monas adalah weekdays, hari Senin tepatnya. Mengingat setelah membaca ulasan dari beberapa referensi bahwa naik ke puncak monas memerlukan waktu antrian yang cukup lama, dan waktu yang diperlukan akan lebih banyak ketika weekend karena pengunjung yang lebih padat. Supaya goal menginjak puncak monas tersalurkan, maka kami berangkat pagi dari rumah, sama paginya ketika mereka berdua (suami dan anak saya) berangkat pagi menuju sekolah lanjut ke kantor. 

Sampai di kawasan monas pengunjung diarahkan parkir di kawasan Lenggang Jakarta. Mungkin supaya mondar mandir pengunjung melalui para pedagang yang menjajakan makanan, minuman serta souvenir khas monas. Siapa tahu ada yang ingin dibeli untuk oleh oleh aau sekedar duduk membeli makanan atau minuman.




Ketika masuk gerbang kawasan monas kami langsung terharu (mungkin saya dan suami saya tepatnya yang terharu, karena sudah lama sekali tidak ke monas, kalau anak saya sih terkagum kagum melihat monas dari dekat). Kawasan monas ini bersih dan terawat banget looo (ya iyalahhh, icon Jakarta gitu looo). Pengunjung yang masuk bisa memilih berjalan kaki atau menunggu kereta wisata gratis yang disediakan untuk menuju cawan Monas. Kami memilih untuk naik kereta wisata, karena meskipun sampai disana masih terbilang pagi (jam setengah sepuluh an) tapi panas terik sudah menyerang.

Kereta Wisata Gratis menuju Cawan Monas
Biaya Tiket masuk
Tiket masuk terusan menuju cawan monas sekaligus naik ke puncak adalah Rp.4.000 untuk anak/pelajar, Rp.8.000 untuk Mahasiswa dan Rp. 15.000 untuk dewasa. Murah meriah yaa tiketnya. Setelah membayar tiket langsung diarahkan menuju terowongan basement yang menuju ke cawan monas bagian bawah yang merupakan halaman luar. Di halaman luar ini akan terlihat relief timbul sejarah Indonesia. Dikutip dari Wikipedia, relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam yang menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20,Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam.

Terowongan menuju halaman luar Monas
Di bagian dasar monumen terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia, yaitu sebuah ruangan besar dengan kapasitas pengunjung sekitar 500 orang yang memajang diorama perjalanan sejarah Indonesia yang disusun searah jarum jam di keempat sisi dan di tengah ruangan. Anakku yang penggemar maket (kalau di mall ketemu maket perumahan atau gedung dia bisa berlama lama mengagumi di depannya) langsung tertarik melihat model model diorama.

Mengagumi diorama 
Museum Sejarah Nasional Indonesia


Setelah mengitari diorama di Museum kami langsung menuju tangga untuk ke cawan dan antri menuju puncak Monas. Oh ya, sebagai informasi, di Monas tersedia beberapa spot untuk sholat dan juga toilet yang memadai. Jadiii jangan khawatir, fasilitas umum yang disediakan memadai dan terawat kok.

Seperti dugaan sebelumnya. menaiki lift menuju puncak Monas emang antri, bahkan di hari kerja seperti senin. Ketika disana kebetulan juga berbarengan dengan rombongan pramuka dari luar kota yang berkunjung ke Monas. Jadi antrian menggunakan lift yang hanya bisa mengangkut 11 orang ini memang cukup panjang. Alhamdulillah jagonku happy sama sekali tidak ngeluh karena dia menikmati setiap momentnya. Lift yang langsung menuju ke puncak monas di ketinggian 115 meter diatas permukaan tanah ini hanya menampung maksimal 50 orang, jadi sebisa mungkin jangan lama lama yaaa diatas, gantian dengan pengunjung lain.

Antrian lift menuju puncak Monas
Sesampainya di puncak monas kita bisa melihat sekitar Monas dari 4 sisi dengan menggunakan teropong untuk menikmati panorama kota Jakarta. Sebagai informasi di puncak Monumen Nasional ini terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Dikutip dari sumber Wikipedia, lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi lembaran emas seberat 35 kilogram, akan tetapi untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas. Puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa.

Melihat panorama Jakarta dari teropong di puncak Monas
Setelah menikmati antrian kurang lebih setengah jam, ahirnya sampai juga kami di puncak monas. Si mas excited banget dan sibuk antri gantian dengan orang lain meneroponng panorama Jakarta dari semua teropong. Setelah puas kami pun antri menunggu lift yang turun dan mengakhiri petualangan di monas dengan minum air kelapa serta makan kerak telor di kawasan Lenggang Jakarta. Ngga lengkap kan yaa kalau ke Monas tapi ngga makan kerak telor.

Minggu, 24 Juli 2016

Naik Kuda Pony di Branchsto Ranch & Resto

Setelah berkunjung ke Museum Layang-Layang destinasi selanjutnya adalah makan siang di restoran yang sedang hits di sosial media, yaitu Branchsto. Restoran baru yang berlokasi di Jalan Rasam, Pondok Aren - Bintaro, Tangerang Selatan (dekat Mesjid Raya Bani Umar) memang menarik untuk anak anak. Pasalnya restoran ini tidak hanya menawarkan makan siang, tapi juga suasana ala ranch lengkap dengan kuda besar dan kuda pony yang bisa ditunggangi anak anak.



Perjalanan dari Pondok Labu menuju Bintaro saat itu terbilang bersahabat (karena masih suasana lebaran, jadi masih banyak yang mudik) dan bisa ditempuh selama kurang lebih menit saja. Mencari lokasi restoran ini bisa dibilang mudah, dari Pondok Labu langsung masuk ke arah toll Jorr yang menuju Pondok Indah, keluar di pintu toll Pondok Aren, naik fly over menuju Boulevard Bintaro, lurus terusssss sampai ke lapangan luas yang biasa dipakai belajar setir mobil lalu masuk ke jalan kecil dengan plang Branchsto di depannya.



Di dekat pintu masuk restoran sudah terlihat kandang untuk kuda besar yang pastinya langsung membuat si mas tertarik. Setelah pintu masuk terdapat loket untuk membeli tiket wahana dan juga playground mini sebelum masuk ke pintu berikutnya yang merupakan restoran yang berdinding kaca dengan pemandangan ranch kuda besar, kuda kecil, serta area memanah.





Sebelum memutuskan ingin menaiki wahana, si mas mau melihat lihat dulu katanya. Kamipun berkeliling  sambil melihat beberapa kuda pony yang masih di kandang, serta kuda kuda besar yang sedang asyik di lapangan besar. Nama nama yang diberikan untuk para kuda terbilang nama-nama nyentrik dan trendy. Di tengah tengah area terdapat spot dengan meja makan di tengahnya. Kalau membaca dari internet si kabarnya itu adalah tempat khusus yang bisa dipesan jika ingin merasakan makan malam keluarga bersama kuda pony.





Spot khusus yang bisa dipesan untuk makan bersama pony


Sayangnya untuk sebuah tempat yang terbilang baru, harga wahana ketika musim lebaran ini berbeda dengan harga normal. Bahkan bisa dibilang hampir 2x lipat. Tapi karena terlanjur berkunjung di masa musim liburan ya mau tidak mau mengikuti harga yang ada yaitu 50ribu hanya untuk 2x putaran saja. Jagoan kecilku ini sebenarnya mau 2x berkuda, tetapi karna harganya lumayan maka bundanya yang hemat ini meng-iming imingi akan datang lagi di lain waktu ketika harganya normal. Toh kawasan bintaro dekat dengan rumah ibu mertua.

harga normal vs harga lebaran



Selagi si mas dan oom nya melihat lihat kuda sambil memilih yang mana yang ingin ditunggangi, saya dan mama duduk di restorannya sambil memesan makanan. Harga makanan yang ditawarkan disini bisa dibilang standard harga restoran, dengan jenis menu yang beragam dan yang pasti cocok untuk lidah anak. Mengingat target pengunjung yang disasar adalah anak-anak.

Jadii, jika anak ingin melihat, memegang dan menunggangi kuda pony tidak perlu jauh jauh lagi ke Lembang yaa, cukup ke Bintaro saja. Secara keseluruhan, area Brachsto ini memang tidak luas, tapi paling tidak alternatif lain makan bersama keluara selain di mall dan kita mendapatkan suasana berbeda di kala menikmati makanan.

Rabu, 20 Juli 2016

Membuat Layang Layang Sendiri di Museum Layang-Layang

Entah mengapa ketika melihat layang layang anakku selalu tertarik. Ketika berkunjung ke Agro Wisata kebun teh di puncak kami membeli layang layang dan puas memainkannya mengingat lahan luas dan hembusan angin yang memadai pada saat itu. Saya pun pernah membelikannya layang layang di perkampungan samping komplek untuk anak dan diterbangkan bersama ayahnya di komplek perumahan dengan lahan yang terbatas. Ya, layang layang memang selalu menarik perhatian anak anak karena sosoknya yang ringan dan bisa terbang terbawa angin. Mungkin karena jiwa anak anak yang bebas ya jadi mereka senang melihat sesuatu hal yang bebas terbang. Sayangya dengan semakin minimnya lahan terbuka luas maka layang layang pun minim pemain.




Karena ketertarikannya dengan layang layang itulah akhirnya di penghujung liburan lebaran sekaligus liburan tahun ajaran baru saya mengajak si mas berkunjung ke Museum Layang Layang yang berada di Jl H Kamang No.38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Mencari lokasi Museum ini terbilang mudah. Dari lokasi saya yang berada di kawasan Jati Asih kami langsung masuk ke tol Jorr, keluar di Cipete/Pondok Labu, lalu belok kiri di perempatan besar Jl. Fatmawati yang menuju Rumah Sakit Fatmawati terus saja di jalan besar tersebut (melewati Rs. Fatmawati) dan tidak jauh dari moll baru tengok ke sebelah kanan maka akan ditemukan Jl.H.Kamang (letaknya setelah jl. sekolah).

Museum Layang layang adalah milik pribadi dari Ibu Endang Ernawati sebagai bentuk kecintaannya terhadap layang layang. Karena hal itulah maka Ibu Endang membeli sebidang tanah dekat rumahnya dan 21 Maret 2003 berdirilah Museum Layang Layang Indonesia. Sesuai dengan keberadaan museum ini yang terletak diantara rumah tinggal maka kesan pertama masuk ke dalamnya terasa homy banget dengan suasana sejuk khas daerah Jakarta Selatan dan pohon pohon besar yang rindang.






Masuk ke dalam Museum Layang Layang kita akan disambut dengan ornamen layang layang bergantungan sepanjang mata memandang, mulai dari layang layang warna warni, layang layang batik dan layang layang besar koleksi museum ini. Tour yang ditawarkan ketika mengunjungi Museum Layang Layang adalah menonton sejarah tentang layang layang, menikmati koleksi layang layang di dalam museum lalu memilih kegiatan yang akan dikerjakan di akhir kunjungan. Kegiatan yang ditawarkan untuk pengunjung perorangan adalah melukis layang layang sendiri dan membuat keramik tanah liat. Sementara beberapa kegiatan lainnya seperti membuat batik, melukis payung, melukis t-shirt, melukis wayang dll ditujukan untuk pengunjung rombongan.



Rangkaian tour pertama adalah menonton kisah sejarang layang-layang dalam sebuah ruangan. Di ruangan ini telah berjajar bangku bangku dan juga tikar yang telah digelar (untuk rombongan disarankan untuk lesehan sepertinya). Persepsi saya yang berpikir hal ini tidak akan menarik perhatian si mas ternyata salah besar, justro bocah ini anteng mendengarkan penjelasan tentang beragam layang layang. Sayangnya fasilitas menonton hanya menggunakan TV biasa, bukan TV layar besar dengan sound system yang menggelegar. Mungkin jika menggunakan layar besar akan lebih menarik perhatian anak anak ya.



Setelah nonton dilanjutkan dengan masuk ke area museum ditemani dengan guide yang dengan sigap menjelaskan beragam jenis koleksi. Kabarnya di dalam museum ini sendiri terdapat ratusan layang layang dari seluruh nusantara bahkan dari luar negeri dengan ukuran beragam mulai dari yang besar sampai yang ukuran kecil.

Model layang layang tidak hanya monoton seperti yang biasa kita lihat. Di dalam museum ini kita bisa melihat dan memegang layang layang bentuk ikan koi besar, bentuk pelaminan Banjar, bentuk capung, layang layang yang terbuat dari tikar, daun, kertas tisu, layang layang dengan ekor panjang, dan bahkan ada layang layang naga yang bisa mengeluarkan asap.

Add caption
Layang-layang Dewi Sri

Setelah sukses membuat si mas tercengang dengan beragam jenis layang layang tour berlanjut ke area prakarya. Kegiatan melukis layang layang adalah pilihan si mas di awal ketika masuk. Karena boleh melukis 2 layang layang, maka oma ikutan corat coret menemani melukis.


Tidak hanya melukis layang layang yang sudah jadi, dalam kegiatan ini diajarkan menggunting kertas dan menempelnya ke bilah bambu sampai menjadi layang layang beneran. Setelah layang layang jadi anak anak bisa memainkan di kawasan Museum yang rindang, dan sayapun duduk duduk sambil makan bekal di  pendopo yang sejuk ini.

Saat kami berkunjung ke sini memang pengunjung yang datang hanya beberapa saja, meskipun ini musim liburan sekolah. Mungkin Museum ramai di bulan April-Mei ketika musim kunjungan rombongan sekolah sekolah. Tapi menurut saya pribadi Museum ini nyaman dan enak dikunjungi keluarga kok, karena terbukti bukan hanya si mas yang terkesan dengan koleksi layang layangnya, saya, adik dan mama saya yang sudah dewasa pun tetap tertarik dan tercengang melihatnya.




Sabtu, 16 Juli 2016

Taman Bermain Lengkap dan Bersih di Bintaro Playparq


Sebenarnya berkunjung ke Bintaro Playparq ini sudah dari beberapa bulan yang lalu. Tapii berhubung sang penulis rada sibuk (sok sibuk kayaknya) jadi baru ditulis sekarang deh. Taman bermain outdoor dan indoor ini sebenarnya terdapat di 3 lokasi, yaitu Playparq Kemang di Jl.Kemang Timur Raya No.72 Jakarta Selatan, Playparq Bintaro di Jalan Bintaro Taman Barat 1, Kav. 10 Pesanggrahan, Jakarta Selatan dan Playparq terbaru di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan. Berhubung Playparq yang kita kunjungi adalah Playparq Bintaro, jadi yang diceritakan spesialisasi keadaan di sini saja yaa (karena beda lokasi Playparq tentunya beda juga fasilitas, view dan pengalaman yang didapat yaa).

Keinginan berkunjung ke sini tentunya berawal dari keinginan bermain outdoor, tapi malas ke moll. Jadilah pilihan ke Playparq bintaro yang lokasinya tidak jauh dari rumah mertua, jadi pulang main bisa mampir silaturahmi (sambil menyelam minum air). Ketika posting foto bermain di Playparq ini di sosial media Path, seorang teman langsung melayangkan komentar "anak gue kurang suka main disitu, sepi banget". Yap, untuk ukuran sebuah playground besar dan menarik Playparq Bintaro ini bisa dibilang sepi, tapi bukan berarti pengunjung yang datang hanya satu atau dua keluarga saja, ada beberapa keluarga tetapi tersebar di beberapa spot mengingat tempatnya cukup luas. Tapi untuk saya pribadi yang memang kurang suka tempat yang riuh dan ramai, saya lebih menyukai tempat yang tenang seperti ini, lagipula si mas bisa puas bermain tanpa harus antri atau berdesak desakan.

Harga tiket masuk ke Playparq untuk hari kerja Rp.60.000, Selasa Rp.30.000, Weekend/Musim liburan Rp.100.000, pendamping pertama gratis dan pendamping ke-2 dan seterusnya dikenakan biaya Rp.10.000. Tiket masuk khusus untuk hari selasa memang dibandrol lebih murah, karena di hari tersebut pihak Playparq melakukan maintenance dan kawasan bermain dibuka mulai pukul 14.00 - 18.00 (untuk hari lain jam operasional mulai dari jam 10.00-18.00).

Pertama kali masuk kawasan Playparq anak anak sudah disuguhkan dengan wahana Castle Super Sliding, perosotan besar dengan model serupa bangunan kerajaan. Di sekeliling Castle Super Sliding dapat ditemukan Flying Fox untuk balita dan anak anak yang lebih besar, ayunan, trampoline, wall climbing dan bahkan ada area basah serta area indoor yang bisa dijelajahi oleh anak.
Castle Super Sliding

Playparq Bintaro membagi kawasan sesuai dengan umur dan fungsinya, karena anak anak diarahkan untuk mencoba berbagai jenis permainan outdoor dan playground indoor sebelum mereka menjumpai area basah yang sebaiknya menjadi jadwal permainan terakhir sebelum pulang.Tidak hanya ditujukan untuk anak anak diatas 3 tahun saja, karena Playparq Bintaro menyediakan kawasan khusus untuk balita di bawah 3 tahun yang masih butuh pengawasan ekstra.




Di dalam kawasan Playpark tersedia kantin yang menyediakan beragam menu dengan sebagian besar menu anak anak. Jadi tidak perlu khawatir jika tidak sempat masak untuk membawa bekal.
water canon zone


Kesan saya pribadi untuk taman bermain ini adalah bersih, dengan permainan yang tertata rapih dan aman untuk anak anak. Mungkin di lain waktu saya dan keluarga akan mencoba menyambangi Playpark di lokasi lain agar tau letak perbedaan masing masing Playparq.